Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Wednesday, 21 Nov 2018
 
 
    BUNTUT DARI PEMBAKARAN BENDERA TAUHID DI GARUT PDF Print E-mail
    Written by humas   
    Friday, 26 October 2018 16:10

    BUNTUT DARI PEMBAKARAN BENDERA TAUHID DI GARUT

    Juanda, (Humas Setwan).- Front Pembela Islam (FPI) mengutuk pembakaran bendera bersimbol kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat. FPI menilai pembakaran itu tindakan biadab. Di Kota Sukabumi, FPI melakukan unjuk rasa damai dari mulai Lapang Merdeka melintasi Pemda Kota Sukabumi dan terkonsentrasi kembali di depan Gedung DPRD. Secara koordinatif, Dalmas Polresta, Kodim 0607, Polisi Pamong Praja dan Aparat Diushub mengawal rombongan FPI. Anggota DPRD Kota Sukabumi Faisal Bagindo dan Dadang Suparman bersama Kapolresta dan Dandim 0607, menerima massa sembari menyaksikan orasi. Bahkan Para Pemuka FPI Kota Sukabumi diterima di Ruang Lobby DPRD.

    "Pembakaran bendera tauhid tindakan biadab, kami sangat mengecam dan mengutuk tindakan mereka, apa mereka tidak tahu di situ ada kalimat tauhid, setan apa yang merasuki jiwa mereka," kata juru bicara FPI.

    Hal tersebut menurut orator FPI, sudah mengarah kepada penodaan agama. Oknum dimaksud wajib diusut dan ditangkap siapapun pelakunya.

    Secara terpisah, salah seorang Kader FPI menjelaskan kepada pers, kronologi pembakaran bendera diduga milik ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), saat perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut pada Senin tanggal 22 Oktober yang baru lalu. Pembakaran bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid, yang videonya viral di medsos tersebut dilakukan oleh anggota Banser.

    Selanjutnya dikatakan, berdasarkan informasi pembakaran itu terjadi pada pukul 09.30 WIB. Pembakaran tersebut terjadi di acara Hari Santri Nasional, di wilayah Garut Utara, tepatnya Kecamatan Limbangan, Cibiuk, Leuwigoong dan Cibatu. Kegiatan ini diawali dengan giat istighosah yang diikuti oleh seluruh peserta.

    "Namun informasi secara terkoordinasi dari Polri, pada pukul 09.30 Wib telah terjadi pembakaran diduga bendera HTI (Hizbut Thahrir Indoesia) yang dilakukan oleh peserta kegiatan atau anggota Banser," terangnya.

    Dia menerangkan, pada pukul 14.30 WIB, Peringatan Hari Santri Nasional itu selesai. Namun, video pembakaran tersebut menjadi viral dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet.  Kepolisian pun, tuturnya, segera melakukan beberapa tindakan cepat, serta segera berupaya untuk melakukan take down video viral tersebut agar tidak menimbulkan keributan.

    Informasi yang diterima, Kepolisian kemudian melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi. Sejumlah ormas di antaranya MUI, PCNU dan Banser pun memberikan klarifikasi atas kasus tersebut.

    "Kami mendukung responsif kepolisian yang akan melakukan tindakan hukum pada kasus tersebut, ditindaklah secara hukum agar dapat menenangkan atau menetralkan situasi kondusif secara umum," ujarnya.

    Sekitar 23 Oktober pagi, dilaporkan sebanyak tiga orang telah diamankan oleh pihak kepolisian. (Admin)