Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Saturday, 18 Aug 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
JOKOWI-KH. MA’RUF AMIN DAN PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO CAPRES CAWAPRES RI 2019-2023 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 10 August 2018 16:39

JOKOWI-KH. MA’RUF AMIN DAN PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO CAPRES CAWAPRES RI 2019-2023

Juanda, (Humas Setwan).- Para Pengamat Politik Indonesia yang dilansir seluruh media cetak dan elektronik, mengatakan bahwa Partai politik dipastikan harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Tidak ada parpol yang bisa sendirian mengusung pasangan calon.

Kepastian ini didapat setelah Mahkamah Konstitusi menolak uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.MK menyatakan Pasal 222 yang mengatur mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945.

Dari kubu Petahana, Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin telah ditetapkan sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Ini secara resmi diumumkan Jokowi, dalam jumpa pers dengan media cetak dan elektronik, di Jakarrta, dalam deklarasi Capres Cawapres Pilpres 2019, Kamis (9/8’18), pukul 22.00 WIB. Lebih. Padahal, sebelumnya, dikabarkan Prof Mahfud MD yang menjadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Nama tersebut diumumkan setelah sejumlah petinggi partai melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo di Plataran Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) sore.  Jokowi pun mengungkapkan alasan kenapa dirinya dan partai politik pendukung dirinya menjatuhkan pilihan kepada Ma'ruf Amin.

Menurutnya Ma'ruf Amin merupakan tokoh agama yang bijaksana dan pernah duduk sebagai anggota legislatif mulai dari DPRD hingga DPR RI. Bahkan ia pun pernah duduk menjadi anggota MPR RI, kemudian Dewan pertimbangan Presiden, Rois Aam PBNU, dan Ketua MUI.

"Dalam kaitannya dengan kebhinekaan, Prof Dr KH Ma'ruf amin juga duduk sebagai dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila," katanya. Sebelumnya, Nama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin memang mencuat menjadi calon Wakil Presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini nama Ma'ruf Amin keluar dari catatan twitter  Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul kadir Karding, yang hadir dalam pertemuan para pimpinan partai politik koalisi Joko Widodo (Jokowi) berkumpul di Plataran Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) petang.

Melalui Twitter, Karding menuliskan Ma'ruf Amin sebagai Calon Wapres Jokowi dalam rapat antara Jokowi dan petinggi parpol-parpol koalisi. Karding dalam catatannya mengemukakan, rapat antara Jokowi dan ketum2, sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr Kh Ma'ruf amin sebagai calon wapres pak Jokowi. Karding dalam twitternya menyertakan dengan foto situasi rapat para Ketua Umum parpol koalisi dan Jokowi.

Sebelumnya menguat informasi Mantan ketua MK, Mahfud MD akan menjadi Cawapres Jokowi. Namun dalam twitter Sekjen PKB ini menjadi kejutan bagi publik yang membacanya. Seperti diketahui, Sejumlah Sekjen dan Ketua Umum partai pendukung Jokowi berkumpul di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8/2018) sore.

Berdasarkan catatan pers, para ketum partai koalisi pendukung petahana sudah mulai berdatangan Ketua Umum PKP Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Ketum PSI Grace Natalie, Ketum Perindo Hari Tanoe Soedibjo, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Ketum Hanura Oesman Sapta Oedang (Oso), Ketum PPP Romahurmuziy, Sekjen Nasdem Johnny G Plate. Selain itu ada pula Sekertaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Sementara itu, kubu oposisi Pimpinan tiga partai politik, yaitu PKS, PAN, dan Partai Gerindra, telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, untuk maju sebagai capres dan cawapres masa bakti 2019-2024. Pengumuman tersebut berlangsung di hadapan wartawan, sekitar pukul 23.30 WIB, Kamis (09/08).

Ini merupakan langkah yang mengejutkan, karena sebelumnya dalam apa yang disebut Ijtima Ulama yang dihadiri juga oleh Prabowo, merekomendasikan pendamping Prabowo adalah satu dari dua ulama. Keputusan Prabowo berbeda dengan rekomendasi Ijtima Ulama itu menurut Para Pengamat Politk, kemungkinan Prabowo cukup percaya diri akan dukungan kalangan konservatif.

Didampingi antara pendiri PAN Amien Rais, pimpinan PKS, PAN dan jajaran pengurus Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan bahwa Sandiaga "merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada".

Pengumuman itu berlangsung tanpa kehadiran para politikus Partai Demokrat, yang semula menyatakan bergabung dengan koalisi ini, namun pada saat-saat akhir menunjukkan sikap berbeda.

Menurut Prabowo, proses politik di balik penunjukan Sandiaga Uno tidaklah mudah, Menurutnya hal tersebut sungguh sebagai suatu proses yang melelahkan. Dia kemudian mengungkapkan proses perundingan dengan tokoh-tokoh PKS, PAN dan Partai Demokrat.

Diungkapkan Prabowo,  membangun suatu koalisi tidak mudah, karena banyak yang harus dipertemukan. Di hadapan wartawan, Prabowo kemudian berterima kasih kepada pimpinan PAN dan PKS yang disebutnya "legowo" yang bersedia 'melepaskan' posisi cawapres.

.

Sementara Sandiaga Uno, yang adalah wakil gubernur Jakarta, mengatakan, dirinya meminta doa restu untuk bisa menghadirkan pemerintahan yang kuat. Kini, setelah hampir 10 bulan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno akhirnya digandeng Prabowo Subianto sebagai cawapres untuk Pilpres 2019. (bahan diambil dari berbagai media cetak dan elektronik/ Admin)