Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Thursday, 21 Jun 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
PASAR MAREMA, DPRD AJAK DUDUK BERSAMA PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 22 May 2018 17:33

Juanda, (Humas Setwan).- Pasar Marema yang sudah menjadi tradisi tahunan setiap Bulan Ramadhan, yang kerap berlangsung di Jalan tipar Gede Kecamatan Citamiang, saat ini ramai diusulkan sebagian masyarakat pedagang. Mereka yang ingin pasar marema dioperasikan kembali, Senin (21/5”18), diajak duduk bersama oleh DPRD Kota Sukabumi.

Keberadaan pasar senggol tersebut, dibahas DPRD Kota Sukabumi bersama Asisten Daerah (Asda) I Pemkot Sukabumi, Andri Setiawan, Pimpinan Satuan Polisi Pamong Praja, Kantor Kesbangpol, Bagian Hukum Setda, Polresta Sukabumi, dan Himatas (Himpunan Masyarakat Tipar Sukabum. Keberadaan pasar marema tersebut, terang Asda I Pemkot Sukabumi, merupakan usulan dari CV Warga Jaya, dan Jalan Tipar Gede di kawasan Departemen Store Ramayan yang dijadikan pasar marema atau pasar senggol.“Ke pusat lokasi bakal Pasar Marema di kawasan Pasar Tipar Gede, tim Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi sudah melakukan peninjauan,” katanya.

Menurutnya, saat ini usulan tersebut belum bisa ditentukan karena masih dalam proses pembahasan antar intansi serta pelaporan kepada Penjabat (PJ) Walikota, yang hingga saat ini juga masih berada di luar kota.

Dikemukakannya, bahwa memang lokasi yang ditunjuk memungkinkan untuk dijadikan pasar marema, sebab berdasarkan keterangan Polresta tidak mengganggu lalulintas dan pertokoan yang lain.“Panjang pasar marema yang diusulkan dengan panjang 50 meter saja dan lebar 20 meter. Itu tidak mengganggu aktivitas yang lain, seperti lalu lintas,” jelasnya.

Pasar Marema yang keberadaanya di Jalan Harun Kabir, yang yang sudah mentradisi. Ini tiba-tiba tidak direstui Oleh Walikota periode HM. Muraz, sebab  mengganggu arus lalu lintas dan pertokoan di sekitarnya.

Saat ini yang diusulkan para Aktivis Pasar Marema di Tipar Gede, tidak lagi di Jalan Harun Kabir. Namun tandas Andri, keputusan ada di tangan Penjabat Walikota yang sekarang.”Jika beliau welcome, oke dalam waktu dekat ini sudah boleh dimulai pembuatan pasar marema, permohonannya sudah diminta sejak 1 Ramadhan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi didampingi Ketua Komisi I Muhammad Faisal Bagindo beserta Anggota, dalam hal ini menengahi soal rencana pembangunan pasar marema Ramadan. Kata Yunus, Pasar Marema perlu direncanakan secara matang. Hal ini dilakukan agar keberadaan pasar marema dapat berjalan sesuai prosedur sehingga tidak bertabrakan dengan aturan yang ada.

“Pasar Marema sudah pasti memberdayakan jalan sebagai pasar, dan ini dapat menghambat arus lalulintas bahkan bisa menimbulkan konflik antara masyarakat pasar marema dengan pemilik ruko yang berada disekitar itu,” ungkapnya.

Pada saat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Faizal Bagindo menegaskan kembali rencana membuka pasar marema ini terlebih dulu harus menempuh semua prosedur yang berlaku. Salah satunya, meminta rekomendasi kepada setiap ruko yang berada di kawasan yang akan dijadikan lokasi Pasar Marema.

“Maka dari itu, DPRD duduk satu meja dengan pihak Pemkot sebagai eksekutor, perwakilan masyarakat aktivis Pasar Marema, dan Polresta, guna  mengantisipasi dampak dari adanya pasar Ramadan,” ujar Muhammad Faisal.

Mudah-mudahan kata Faisal, dengan duduk bersama bisa memecahkan persoalan yang timbul. Karena menurutnya banyak hal yang harus diperhitungkan, misalnya dengan arus lalulintas yang akan terhambat dan persoalan keamanan yang perlu ditangani secara khusus.

“DPRD hanya mengetahui saja, namun kuncinya ada di Pemerintah Kota. Dan sudah jelas, pemahamannya apabila tidak ada regulasi yang terganggu, Pasar Marema oke-oke saja,” terangnya

Politisi PAN itu menyampaikan saran, pihak DPRD meminta penyelenggaraan pasar marema dapat di gelar di lokasi yang tidak menimbulkan permasalahan,  semisal eks terminal Sudirman ataupun di Lapang Merdeka.

Dengan begitu nilai strategisnya, Tandas Bang Jay  panggilan akrabnya, sebelumnya Pemerintah Kota Sukabumi mengkondisikan lahan yang akan dipakai untuk kepentingan pasar marema. DPRD akan mengikuti selama proses Pasar Marema prosedural serta berjalan secara kondusif dan tidak mengganggu retribusi PAD dari sisi pasar. (anon)

Last Updated on Wednesday, 23 May 2018 10:27