Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Saturday, 18 Aug 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
SHAUM 1 RAMADHAN, KAMIS 17 MEI 2018 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 May 2018 11:09

Juanda, (Humas Setwan).- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin melalui siaran TVRI TV Swasta, Selasa (15/5’18), mengumumkan bahwa sidang isbat setelah melakukan rukyatulhilal ditetapkan 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada hari Kamis Tanggal 17 Mei 2018.

Menag RI menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan di 95 titik wilayah Nusantara, posisi hilal masih di bawah ufuk minus 1 derajat 36 menit hingga 0 derajat 2 menit. Pada Selasa sore, sebanyak 32 Petugas rukyatul hilal melaporkan tak berhasil melihat bulan sabit pertanda awal bulan.

“Berdasarkan ketentuan hukum Islam  jika posisi hilal terlihat, bulan sya’ban harus digenapkan menjadi 30 hari. Semua Ormas Islam sepakat, bahwa 1 Ramadhan 1439 Hijriah bertepatan dengan 17 Mei 2018,” terangnya.

Menag RI mengemukakan penetapan sidang isbat stelah berusaha melihat hilal dari berbagai wilayah di dunia, bukan hanya di dalam negeri. Sebanyak 32 Pelaku rukyatulhilal melaporkan, tidak satupun yang berhasil melihat hilal. Dengan dua hubungan, lanjutnya, maka bulan sya’ban digenapkan disempurnakan dengan cara istikmal jadi 30 hari. Maka, 1 Ramadhan 1439 Hijriah bertepatan dengan Hari Kamis 17 Mei 2018.

Atas nama Pemerintah, ungkap Lukman Saifudin, selamat memasuki Bulan Suci Ramadhan. Mudah-mudahan kualitas ibadah kita tahun 2018 semakin meningkat. Sebagai Umat Islam bersama-sama bisa melaksanakan Ramadhan.

“Alhamdulillahirobbil’aalamiin, Allah Subhanahu Wata’aalaa telah melimpahkan berkat dan rahmat serta anugerah kepada kita khususnya Umat Muslim Indonesia,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Menag RI Lukman Saifudin mengimbau seluruh ulama, mubaligh dan Pimpinan Ormas Islam agar mengisi da’wah selama Ramadhan dengan hal-hal yang membangn dan menyemangati perdamaian.

Mengenai  tindakan teror yang selama ini terjadi, ditandaskannya semua itu tidak ada kaitannya dengan agama apapun, khususnya Islam sebagai esensi agama yang menebarkan kedamaian. Islam yang diajarkan Rasulullah S.A.W. penuh dengan kedamaian. Selama ini seperti ditegaskannya, mereka justru sebaliknya, agama yang disalahfahami, dieksploitasi, sehingga relasi kehidupan kita saling menegangkan satu dengan yang lain karena alasan agama. (anon)

Last Updated on Wednesday, 23 May 2018 10:26