Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Saturday, 18 Aug 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
DEBAT PUBLIK PARA PASLON WALI KOTA DAN WAKIL WALI KOTA DALAM CURAH PENDAPATUNTUK PEMBANGUNAN KOTA SUKABUMI YANG REUGREUG PAGEUH REPEH RAPIH PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 13 May 2018 14:55

DEBAT PUBLIK PARA PASLON WALI KOTA DAN WAKIL WALI KOTA DALAM CURAH PENDAPATUNTUK PEMBANGUNAN KOTA SUKABUMI YANG REUGREUG PAGEUH REPEH RAPIH

Juanda.-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Sabtu (12/5) malam minggu, menggelar Debat Publik Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, bertempat di Gedung Juang’45 Kota Sukabumi.

Dalam pelaksanaannya, keempat Palon Mulyono dan Ima Slamet atau yang dikenal dengan sebutan MULIA, Achmad Fahmi dan Andri Hamami atau FAHAM, Jona Arizona dan Hanafie Zain atau IJABAH, dan Paslon nomor urut empat, Dedi R Wijaya dan Hikmat Nuristawan atau DERMAWAN, akan berhadapan dengam para Panelis yakni 3 orang akademisi yang kompeten yang direkrut KPU untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk para paslon. Ketiga orang tersebut diantaranya Prof.Dr. Rully Indrawan, Prof.Dr. Poppy Yaniawati dan Dr.Hj.Lina Sukanti.

Menurut KPU, Tim Perumus dijamin netral tidak berpolitik dan berafilisasi kepada partai politik. Pertanyaan yang dirumuskan akan disimpan dalam sebuah amplop dan moderator yang menanyakan kepada paslon.

Pada Debat kandidat pertama ini yang dilakukan di Gedung Juang, pihak KPU membuat undangan sebanyak 500 orang. SelainPara Paslon dan Timsesnya, juga pihaknya mengundang perwakilan elemenmasyarakat dan Muspida.

Sementara itu, Politisi PPP mantan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Munandi Saleh, yang ditemui di tengah-tengah acara mengemukakan, sudah jelas Debat Publik membedah visi misi, juga untuk menguji seluruh Paslon mengenai pemahaman wawasan dan permasalahan di Kota Sukabumi dari segala bidang dalam lingkup Pemerintahan, Pembangunan, dan Pembinaan Kemasyarakatan. Sekarang masyarakat langsung mengetahu para kandidat beserta visi misi dan program yang akan dilakukan dan karakter kepemimpinan mereka dalam membangun Kota Sukabumi ke depan, kata  Munandi Saleh.

Yang lebih penting lagi, menurutnya, dilihat dari hasil debat public, bagaimana setiap paslon bisa menyampaikan visi dan misi kedepan serta pemecahan masalah Kota Sukabumi saat ini.

“Sejauh ini, debat publik yang diikuti oleh para paslon yang bertanding di Pilkada mempunyai kaitan yang cukup erat dengan pilihan pemilih terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota. Karena itu, debat publik mempunyai dampak elektoral terhadap pasangan calon. Sebagian masyarakat beranggapan potensi untuk menentukan pilihan tergantung baik tidaknya paslon dalam debat publik ini,” terang Politisi yang sudah mengenyam asam garam politik legislatif ini.

Munandi Saleh, yang kini berkiprah di dunia pendidikan dan sebagai Pengamat Politik, menilai pasti ada pengaruh debat publik diikuti paslon. Akan tetapi tidak begitu besar, debat publik sejatinya hanya memfasilitasi para paslon untuk menampilkan visi dan misi kepada masyarakat dan  kepemimpinan Paslon dalam mengatasi masalah lima tahun kedepan.

“Mau dibawa kemana Kota Sukabumi kedepannya, itu tadi yang muncul dalam debat paslon. Dan nantinya Kapasitas serta kapabilitas masing-masing paslon bisa di ukur, mana yang lebih realialistis dan tidak,“ terangnya.

Politisi PPP Kota Sukabumi ini menambahkan, dampak yang paling baik untuk elektabilitas paslon sebetulnya membangun komunikasi berkesinambungan yang baik dengan masyarakat. Karena, warga masyarakat sudah tidak mengingat lagi  peran para Paslon debat publik. (B/By/Mz/Jg/Pras/Oge)