Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Sunday, 15 Jul 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
KAMMI MEMINTA DPRD KOTA SUKABUMI DESAK PEMERINTAH PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 04 April 2018 13:05

Juanda, (Humas Setwan).- KAMMI Sukabumi melakukan Aksi unjuk rasa  menolak kenaikan harga BBM, yang  digelar di depan gedung DPRD Kota Sukabumi. Aksi serupa  sudah dilaksanakan pada Kamis (29/4’18) lalu. Rombongan KAMMI datang dengan membawa berbagai atribut. Sebelumnya, Pemerintah secara diam-diam menaikan harga BBM jenis pertalite sebesar Rp 200 per liter. Harga jual Pertalite per 24 Maret 2018 awalnya Rp 7.600 menjadi Rp 7.800.

Dalam aksi tersebut KAMMI menyampaikan berbagai tuntutan, yakni meminta DPRD Kota Sukabumi menolak Pemerintah Pusat untuk menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat miskin di setiap SPBU.

Selain itu, DPRD menolak kenaikan harga BBM, menuntut Pemerintah untuk mengembalikan harga BBM, mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Sukabumi untuk menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM.

” KAMMI menuntut Pemerintah agar selalu memerhatikan kepentingan-kepentingan rakyat kecil dalam menentukan kebijakan. Rakyat kecil harus diperhatikan sebelum menentukan kebijakan," tandas Ketua Umum PD KAMMI Sukabumi, Rinaldi Yusuf.

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Rojab Asyari mengemukakan, kenaikan harga BBM bisa dibaca referensinya. Salah satu alasan kenaikan harga BBM adalah harga minyak dunia sedang tinggi di sisi lain kurs rupiah merosot. Diharapkannya, Pemerintah memenuhi aspirasi Mahasiswa yang digelar melalui aksi mereka, dan dari aksi ini ada pengaruhnya dengan turunnya BBM.

KAMMI, tegas Rinaldi, akan menggelar aksi yang sama dalam beberapa waktu mendatang. Pasalnya, kenaikan harga BBM tidak bisa dibiarkan dan dihentikan hari ini saja. Kammi berjanji, dalam waktu dekat akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang cukup banyak. (B/By/Mz/Jg/Pras/Oge)

Last Updated on Monday, 09 April 2018 09:26