Tuesday, 19 Sep 2017
 
 
UMAT BUDHA KOTA SUKABUMI MENANDATANGANI PERNYATAAN SIKAP TERHADAP TRAGEDI KEMANUSIAAN DI ROHINGYA MYANMAR PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 06 September 2017 14:06

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1073786111 1 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:8.0pt; margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:8.0pt; line-height:107%;} @page WordSection1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} -->

UMAT BUDHA KOTA SUKABUMI MENANDATANGI PERNYATAAN SIKAP TERHADAP TRAGEDI KEMANUSIAN DI ROHINGYA MYANMAR

Juanda, (Humas Setwan).- Umat Budha Kota Sukabumi melalui Majelis-Majelis Agama Budha di Kota Sukabumi, menandatangi pernyataan sikap terhadap krisis kemanusian di Rohingya Myanmar, Senin (4/9’17), di Vihara Widhi Sakti Sukabumi. Hal yang sama juga dilaksanakan oleh Kepala Paroki St. Yosep, RD. Yustinus Dwi Karyanto, atas nama Pemeluk Agama Kristen Katholik dan Protestan Kota Sukabumi, bertempat di Gereja Santu Yosef Sukabumi.

Sedangkan penandatangan pernyataan sikap Majelis-Majelis Agama Budha di Kota Sukabumi dan Kepala Paroki St. Yosep tersebut, dihadiri dan disaksikan langsung oleh Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. beserta para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, serta Sekretaris MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Sukabumi, Drs. H.M. Kusoy, dan para tamu undangan lainnya.

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. menandaskan, Pemerintah Kota Sukabumi telah melakukan konsolidasi dengan segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, untuk mendukung langkah yang telah diupayakan dan dilakukan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. untuk bersama-sama menyatakan sikap tidak setuju atas perlakuan Pemerintah Myanmar dan Rohingya, terhadap Umat Muslim di Rohingya. Untuk itu, seluruh Umat Muslim Indonesia berharap kepada Pemerintah Myanmar, agar segera menangani kasus Rohingya dan memperlakukan warga negaranya, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, Walikota Sukabumi juga menyarankan sekaligus meminta kepada segenap lapisan warga masyarakat Indonesia, agar tidak hanya bertindak dan kecam mengecam saja, akan tetapi harus dibarengi dengan aksi nyata dan mendukung program Pemerintah Indonesia, supaya Umat Muslim Rohingya bisa segera terbebas dari penyiksaan dan mendapatkan HAM (Hak Asasi Manusia).

Adapun upaya dan langkah nyata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, diantaranya melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, serta menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Indonesia khususnya kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, bahwa Pemerintah Pusat Indonesia membutuhkan dukungan dan dana dari berbagai elemen warga masyarakat Indonesia. Untuk itu, apabila ada warga masyarakat Kota Sukabumi yang akan menyumbang dana, agar dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Sukabumi, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Sosial.

Sementara Ketua Majelis Tridharma, Handi Suhendra menyatakan sangat merasa prihatin atas kejadian krisis tersebut. Oleh karenanya, seluruh Umat Budha Kota Sukabumi melalui Majelis-Majelis Agama Budha di Kota Sukabumi, menandatangi pernyataan sikap terhadap krisis kemanusian di Rohingya Myanmar, yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian moril dan materil.

Dalam pernyataan sikapnya, Umat Budha Kota Sukabumi menilai, bahwa krisis yang terjadi Rohingya Myanmar tersebut, bukan merupakan konflik agama, tapi merupakan konflik sosial dan kemanusiaan. Berkaitan dengan hal tersebut, sesuai dengan kesepakatan dengan pihak Vihara, Umat Budha Kota Sukabumi akan melakukan penggalangan sejumlah dana, untuk membantu warga Rohingya Myanmar, dengan mengedepankan sikap cinta kasih, karena para korban yang terkena dampak krisis tersebut, yakni manusia yang setara dan sama dihadapan Tuhan.

Selain itu, seluruh Umat Budha Kota Sukabumi juga mendesak kepada pihak yang bertikai di Myanmar, agar segera menghentikan kebencian dan tindak kekerasan, sekaligus mendesak kepada Pemerintah Myanmar, agar segera memberikan perlindungan serta bantuan dan hak azasi dasar kepada warga Rohingya. Selanjutnya Umat Budha Kota Sukabumi juga menolak terhadap segala bentuk propokasi dan berbagai isu, yang dapat membawa dan memperluas konflik Rohingya Myanmar. Yang tidak kalah penting, Umat Budha Kota Sukabumi juga sangat mengharapkan kepada Pemerintah Indonesia, untuk senantiasa berupaya optimal menjamin kepada seluruh umat beragama dan rumah ibadahnya, supaya dapat melaksanakan ibadah dengan baik serta aman dan tenang.

Sementara saat Aliansi Umtat Islam Kota Sukabumi, melakukan demo ke DPRD Kota Sukabumi, Selasa (5/9’17), yang diterima secara langsung oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandi, S.IP., dan sejumlah Anggota DPRD Kota Sukabumi, didampingi Sekretaris DPRD Asep L. Sukmana dan Pejabat Teras Sekretariat DPRD, perwakilan umat Budha Kota Sukabumi hadir pula.

“Alhamdulillah, seluruh elemen bersatu di Kota Sukabumi khususnya. Elok kelihatannya, menghadapi setiap permasalahan semuanya memegang teguh semangat persatuan dan ruh perdamaian menaungi Kota Sukabumi,” ungkap Yunus Suhandi. (B/Bay/Mz/Oge)