Thursday, 23 Nov 2017
 
 
KOMITMEN PEMERINTAHAN KOTA SUKABUMI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN HIV-AIDS PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 11 August 2017 09:50

KOMITMEN  PEMERINTAHAN KOTA SUKABUMI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN HIV-AIDS

Juanda, (Humas Setwan).- Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., selaku Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi, menandatangani komitmen dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS, dengan Ketua KPA Propinsi Jawa Barat beserta 26 Ketua KPA Kabupaten dan Kota lainnya se Jawa Barat, tepatnya tanggal 9 Agustus 2017, di Bandung.

 

 

“Seperti yang kita ketahui, kasus HIV-AIDS di Jawa Barat, dalam setiap tahunnya senantiasa mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” kata Fahmi.

Dalam pada itu, Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si. menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan puncak penanggulangan HIV-AIDS KPA di Jawa Barat. Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga mengajak kepada seluruh Kepala Daerah dan Ketua KPA se Jawa Barat, untuk menjadikan program penanggulangan HIV-AIDS ini sebagai program yang diprioritaskan. Dijelaskannya, sejak tahun 2016, kegiatan penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Barat menjadi salah satu fokus program pembangunan di bidang kesejahteraan rakyat. Dengan penekanannya pada peningkatan cakupan pelayanan komperehensif, untuk populasi resiko tinggi dan peningkatan cakupan.

Dijelaskan pula, secara kumulatif, sampai dengan bulan Desember 2016, kasus HIV di Jawa Barat mencapai 26.420 kasus, dan kasus AIDS-nya mencapai 8.040 kasus, serta sebagian besar orang yang tertular kasus HIV ini, yakni usia produktif antara 15 sampai dengan 29 tahun. Gubernur Jawa Barat mengharapkan kepada para Bupati dan Walikota se Jawa Barat, yang harus menjadi fokus perhatian ke depan, selain permasalahan HIV-AIDS, juga permasalahan radikalisme, narkoba dan kekerasan.

Adapun komitmen dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS ini, seluruhnya ada 4 point yang menjadi kesepakatan bersama, yakni meningkatkan kemampuan komperehensif HIV-AIDS pada kelompok usia 15 sampai dengan 24 tahun serta perempuan usia produktif, meningkatkan cakupan tes HIV pada populasi resiko tinggi dan ibu hamil, mengurangi stigma dan diskriminasi serta penguatan kelembagaan KPA untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergitas lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan mitigasi.

Sementara Komisi III menyikapi secara responsif dengan adanya komitmen tersebut. Senada dengan Wakil Walikota, Anggota Komisi III Syihabudin menyatakan, justeru dengan hal ini perhatian Pemerintah Propinsi Jawa Barat dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS ini akan lebih fokus lagi, terutama dari segi pendanaan untuk kegiatan penanggulangan HIV-AIDS. “Hingga saat ini, belum semua daerah Kabupaten dan Kota di Jawa Barat peduli terhadap permasalahan HIV-AIDS. Eksekutif, legislatif dan KPA Kota Sukabumi serta instansi dan lembaga terkait lainnya, senantiasa berupaya optimal melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Karena permasalahan HIV-AIDS ini sudah menjadi permasalah global,” terangnya.