Thursday, 23 Nov 2017
 
 
KELUARGA BESAR DPRD KOTA SUKABUMI MENGELAR HALAL BI HALAL PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 07 July 2017 14:59

Keluarga Besar DPRD KOTA SUKABUMI MENGGELAR Halal Bi Halal

Juanda, (Humas Setwan).-

Dihadiri Walikota Sukabumi, HM. Muraz, keluarga besar DPRD Kota Sukabumi, terdiri dari Pimpinan dan Anggota DPRD serta jajaran Sekretariat DPRD, menggelar Halal Bi Halal. Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Dan saatnya di hari yang fitri ini untuk  saling memaafkan dengan segala sesuatu yang pernah diperbuat dengan sengaja atau tidak sengaja.



Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi, Karena kegiatan Halal Bi Halal bersama ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan rasa kebersamaan eksekutif dan legislatif, untuk melaksanakan tugas-tugas yang saling ada keterkaitan, guna mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih baik.

 

Keberlangsungan tadisi usai idul fitri Keluarga Besar DPRD tersebut, ditandai dengan salam saling maaf memaafkan diantara Walikota Sukabumi, Wakil Rakyat dan Aparat Sekretariat DPRD.

Di sela-sela berjalannya acara tausiyah KH. Nurkosim yang mencerahkan suasana, Pengurus DMI Kota Sukabumi ini diantaranya sempat mengutakan, secara bahasa, halal bi halal merupakan kata majemuk dalam bahasa Arab dan berarti halal dengan halal atau sama-sama halal.

Tapi menurutnya, kata majemuk ini tidak dikenal dalam kamus-kamus bahasa Arab maupun pemakaian masyarakat Arab sehari-hari. Kata majemuk ini tampaknya memang made in Indonesia, produk asli negeri ini. “Kata halal bi halal justru diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat oleh sejumlah orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh diterangkannya, halal bi halal adalah suatu tradisi berkumpul sekelompok orang Islam di Indonesia dalam suatu tempat tertentu untuk saling bersalaman sebagai ungkapan saling memaafkan agar yang haram menjadi halal. Umumnya, kegiatan ini diselenggarakan setelah melakukan shalat Idul Fithri. (B/Bay/Mz/Oge)