Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Sunday, 21 Jul 2019
 
 
    TAUSIYAH RAMADHAN MENJELANG MAGHRIB DI SEKRETARIAT DPRD KOTA SUKABUMI PDF Print E-mail
    Written by Administrator   
    Tuesday, 21 May 2019 06:55

    TAUSIYAH RAMADHAN MENJELANG MAGHRIB DI SEKRETARIAT DPRD KOTA SUKABUMI

    Juanda, (Humas Setwan).- Menjelang masuknya waktu berbuka shaum atau puasa, Sekretaris DPRD Kota Sukabumi Asep L. Sukmana bersama jajarannya melaksanakan Tausiyah, Senin (20/5’19),  di Ruang Rapat Paripurna, yang pada Bulan Ramadhan disulap menjadi Masjid Jami’ yang diberi nama Al-Musyawaroh (Nama ini diberikan KH. Muchtar Ubaidillah menjabat Ketua DPRD saat itu). Dalam kegiatan ini tausiyah disampaikan ustadz Ma’mun Pengasuh Pontren Al-Quran Baros.

     

    Asep L. Sukmana, mengemukakan, bagi pegawai Setwan dianjurkan mengikuti  tausiyah, karena keistimewaan bulan suci Ramadhan terdapat bermacam-ragam ibadah wajib dan sunnah yang memacu semangat dalam menjalani ibadah puasa, disamping memacu kedisiplinan ethos kerja.

    “Sungguh sayang dalam bulan yang penuh keistimewaan ini harus  dilewatkan tanpa memperbanyak ibadah dengan niat yang bersungguh-sungguh, untuk membekali diri diri dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai ASN,” kata Alumny Unpas dan S2 Unjani, yang saat ini dipercaya pula sebagai Ketua Asdeksi Pengda Jabar.

    Sementara itu, dalam acara tausiyah di salah satu diantara penjelasannya ustadz Ma’mun menandaskan beberapa hal yang dapat menyebabkan terhapusnya pahala shaum, atau menjadi penghalang diterimanya pahala kita pada saat shaum antara lain berdusta atau bohong dalam artian tidak berkata Jujur, senang melakukan Ghibab atau bergosip membicarakan aib orang lain, suka mengadu domba antar sesama, sering bersumpah palsu yang merupakan ciri orang munafik, dan suka mengumbar aurat dan memandangnya dengan syahwat terhadap lawan jenis.

    “Beberapa hal tersebut jika kita lakukan akan menghapuskan seluruh ibadah shaum yang telah kita jalankan, sehingga shaum kita akan menjadi sia-sia dan hanya mendapatkan lapar dan haus saja,” ungkapnya.

    Yang lebih pentingdan utama, menurutnya, keyakinan dengan hati, ikrar dengan lisan, dan amalan dengan seluruh anggota badan, bertambah dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berkurang dengan perbuatan maksiat.

    Perlu diketahui bahwa perkara terpenting dalam amalan hati adalah ikhlas, yang hal tersebut sangat erat hubungannya dengan pengertian iman. Ikhlash dalam beramal, yaitu semata-mata karena Allah, dengan keikhlasan semua amalan kita sebagai pelayanan masyarakat senagai abdi  Negara, tidak akan sia-sia dan tidak mendapat azab dari Allah Sub hanahu Wata’aalaa baik di dunia maupun akhirat. (Admin)

    Last Updated on Tuesday, 21 May 2019 07:06