Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Friday, 14 Dec 2018
 
 
    Kota Sukabumi Raih Smart Sanitation Award PDF Print E-mail
    Written by humas   
    Friday, 26 October 2018 09:11

    Kota Sukabumi Raih Smart Sanitation Award


    Juanda, (Humas Setwan).- City Sanitation Summit (CSS) XVIII  tahun 2018 digelar di Hotel BW Luxury, Jambi Selatan, Kota Jambi, Provinsi Jambi dari tanggal 24-25 Oktober 2018.

    Bupati dan Wali Kota se lndonesia yang tergabung dalam Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) berkumpul di “tanah pilih pesako betuah” tersebut, dalam rangka kegiatan Arahan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Dr.Ir.Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc., serta Deputi Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Ir.Rudy Soeprihadi Prawira Dinata, M.C.R.P., Ph.D., dengan topik bahasan ‘Peran Pokja Nasional PPAS Dalam Upaya Kolaborasi Untuk Pencapaian SDGs, yang dimoderatori oleh Walikota Bontang dr.Hj.Neni Moerniaeni, Sp.OG.

    Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi adalah salah satunya, yang mendapatkan penghargaan Smart Sanitiation Award dari AKKOPSI sebuah lembaga yang beranggotakan 482 Bupati dan Wali Kota se Indonesia.”Kota Sukabumi dapat penghargaan untuk kategori inovasi dan komitment Pemerintah Daerah di bidang sanitasi. Hal ini mudah-mudahan dapat memacu warga Kota Sukabumi untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam pembangunan sanitasi yang berkelanjutan,” harapnya.

    Sementara itu, Anggota DPRD dari Fraksi PAN, Faisal Bagindo, menyatakan apresiasi yang tinggi dan ucapan selamat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi dengan kepemimpinannya Kota Sukabumi meraih Smart Sanitation Award. Namun menurutnya kita jangan berpuas diri, karena harus bekerja keras secara sinergis antara Pemerintah Daerah dan warga masyarakat dalam keterlibatan proaktif secara berkesinambungan.

    “Khusus untuk pembangunan sanitasi berdasarkan yang didapat dari seminar-seminar yang diselenggarakan oleh Puskesmas-Puskesmas, di Kota Sukabumi kita perlu membangun septictank 1 untuk 10 atau 20 keluarga yang pembuangannya disalurkan ke trotroar, tentu saja dengan bangunan yang refresentatif dan ruang yang terjamin segi kesehatannya,” ungkapnya. (Admin)