Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Friday, 14 Dec 2018
 
 
    DPRD Kota Sukabumi Mengingatkan Akan Bahaya LGBT PDF Print E-mail
    Written by humas   
    Monday, 22 October 2018 21:08

    DPRD Kota Sukabumi Mengingatkan Akan Bahaya LGBT

    Juanda, (Humas Setwan).– Publik  Kota Sukabumi tengah ramai membicarakan permasalahan LGBT. Di warung, warteg angkot, bis, bahkan di lapang Merdeka usai Upacara Peringatan Hari Santri Nasional, Senin (22/10’18), sejumlah khalayak berkomunitas membahas masalah LGBT.

    “Teu uyahan, berlebihan memang, mereka minta dinikahkan secara resmi di KUA, Masya Allah serangan dajal, kiamat udah dekat,” kata Royani, warga Waluran Surade, pedagang kopi keliling yang ikut nimbrung dalam komunitas tersebut.

    Apa yang tengah terjadi sudah lama menjadi perhatian Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sukabumi. Bahkan, mereka mendesak Pemerintah Kota Sukabumi untuk segera menyosialisasikan bahaya LGBT ke semua elemen masyarakat, khususnya dilingkungan sekolah.

    “Sudah stadium 4 kalau kanker, harus ada gerakan masif untuk menangkal LGBT ini, dan Pemerintah Kota Sukabumi secara gerak cepat melakukan ‘warning’ bersama pemuka agama di Kota Sukabumi. Juga secara sinergi melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk didalamnya ada ustadz, ustdzah, tokoh masyarakat, pemuda dan unsur lainnya. Sudah jelas seluruh komponen RW, RT, juga harus ikut bertanggung jawab atas perkembangan LGBT di wilayahnya masing-masing,” ungkap Faisal Bagindo, Ketua Komisi I dan Anggota Pansus APBD-P sebelum Rapat Kerja dengan TAPD.

    Bang Jay, sapaan akrab Faisal, serta anggota DPRD lainnya yang dibuat geram dengan ulah komunitas LGBT ini, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota, Forkompimda dan tokoh-tokoh masyarakat untuk berembuk membuat paying hukumnya. DPRD Kota Sukabumi terangnya, akan membuat regulasi sejenis Peraturan Daerah yang tidak bertentangan dengan payung hukum yang berlaku.

    Budaya LGBT, tandasnya, sudah jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama, bahkan akar budaya dan adat orang timur.”DPRD dalam waktu dekat ini mengambil langkah secara ekstra cepat sehiingga permasalahan LGBT tuntas hingga ke akar-akanya dan jangan sampai menyebar luas. Kita harus bisa meredam agar tidak menjadi bola liar. Sebab agama manapun melihat LGBT ini perbuatan menyimpang. Sikap  DPRD sudah  jelas dan lihat saja nanti,” katanya.

    Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdani yang juga yang juga Anggota Pansus APBD-P, meminta situs prilaku Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) agar segera diblokir. Keberadaan situs LGBT tersebut, terangnya,  meresahkan khususnya warga Kota Sukabumi. Dia meminta situs dan medsos seperti FB, IG yang mengandung LGBT  secepatnya diblokir karena akan merusak pola pikir dan menyalahi kudrat mereka sendiri, terlebih lagi situs ini juga dapat mengancam masa depan generasi harapan bangsa.

    Hanya perlu difahami, kataAnggota F-PKS, permasalahan LGBT bukan hanya tanggung jawab Pemerintah semata, namun semua pihak termasuk orang tua melakukan penjagaan ketat terhadap putra putri mereka agar tidak terjerumus pada LGBT yang mengancam jiwa dan dikhawatirkan mengundang amarah Allah Subhana Wa Ta’ala.

    Danny juga memberikan solusi untuk mengantisipasi perilaku seks menyimpang tersebut, bisa dilakukan dengan jalan terapi konsultasi (komunikasi-pencerahan tentang pandangan agama tentang bahaya LGBT) sampai kepada terapi ruqyah syari’iyyah (sesuai syariat Islam). Menurutnya cara pengobatan a la ayria’at Islam bisa mengembalikan perilaku LGBT kepada kudrat aslinya.

    Dalam pada itu Priatman maman meminta warga Kota dan pendatang merenungi himbauan ‘Ulama, bahwa Allah menciptakan hambaNya saling berpasangan ada laki-laki ada perempuan. (Admin)