Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Friday, 14 Dec 2018
 
 
    Santi, Pemerintah Kota Sukabumi, TNI dan Polri Bertekad Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan Secara Sinergis PDF Print E-mail
    Written by Administrator   
    Monday, 22 October 2018 17:47

    Santi, Pemerintah Kota Sukabumi, TNI dan Polri Bertekad Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan Secara Sinergis

     

    Juanda, (Humas Setwan).- Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Pemerintah Kota Sukabumi menggelar upacara di Lapang Merdeka, Senin (22/10). Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dalam HSN 2018 tersebut bertindaksebagai pembina upacara.

     

    Hadir pada kesempatan tersebut, Pimpinan dan Anggota DPRD, Kepala Setukpa Polri, Unsur Forkompimda, Wakil Walikota Sukabumi H. Andri Setiawan, Plt. Sekda Saleh Makbullah, Kepala OPD, segenap Perwakilan Alim Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren, Pengurus MUI dan Pers.

    Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi menyatakan, Peringatan HSN merupakan kilas balik, yakni beberapa tahun lalu terjadi resolusi jihad merebut kemerdekaan Indonesia. Maka hari ini Pemkot dan santri berkomitmen dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. “Penetepan hari santri ini didasarkan pada peristiwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH A Hasyim Asy’ari, yang kemudian memantik perlawanan semesta yang dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk menentang kedatangan sekutu dan penjajah,” tuturnya.

    Walikota Sukabumi lebih lanjut mengupas sejarah, jauh sebelum peristiwa resolusi jihad dan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, para santri telah berperan penting pada masa colonial, mulai dari peranan mereka yang teguh untuk memberikan pendidikan bagi masyarakat luas, menjadi penjaga warisan intelektual bangsa, hingga menjadi pasukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda.

    Pasca kemerdekaan, lanjutnya, santri juga menjadi lini depan untuk memberikan legitimasi dalam sistem negara bangsa bernama Indonesia ini. Sejarah mencatat bahwa kaum santri ikut menjaga legitimasi kedaulatan Indonesia dengan memberikan status ulil amri al-daruri bi al-syaukah kepada presiden Indonesia yang saat itu sedang mengalami banyak pemberontakan.

    “Sekarang kaum santri dihadapkan pada situasi yang semakin kompleks akibat situasi global yang terus berkembang. Selain keuntungan yang didapat oleh bangsa Indonesia, saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada ajaran ekstrimisme, radikalisme, terorisme, serta potensi konflik horizontal yang semakin menampakkan diri dan memberikan ancaman nyata bagi keberlangsungan bernegara kita yang telah disepakati sebelumnya. Pemerintah bersama TNI dan Polri, mengajak para santri berkomitmen dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

    Pemerintah Kota Sukabumi, seperti dikemukakannya, telah melakukan program M3P (Masjid, Majlis Taklim, Madrasah dan Pondok Pesantren) dalam kerangka memberdayakannya. Ke depannya, Fahmi optimis bahwa empat pilar tersebut bisa mandiri dan berdaya.

    Hal tersebut, terangnya, merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah terhadap madrasah di bawah Kementrian Agama sudah disetarakan di bawah dinas pendidikan.

    Usai Upacara, digelar pertunjukan kolosal dengan judul “SANTRI, TNI DAN POLRI BERSINERGI MEMPERTAHANKAN NKRI”  yang melibatkan para Santri Pontren se-Kota Sukabumi, Aparat Kodim 0607 dan Polresta Kota Sukabumi. (Admin)