Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Thursday, 19 Jul 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
PEMDA KOTA SUKABUMI MEMILIKI DUA ORANG PENERA DAN SATU ORANG PENGAWAS PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 25 April 2018 13:22

 

Juanda, (Humas Setwan).- Sekarang ini, di Kota Sukabumi telah terbentuk lembaga  yang melakukan tera. Menurut Kadiskopdagrin Ayep Supriatna, kepastian tersebut menyusul ditetapkannya Perda Kota Sukabumi tentang Penyelenggaraan Metrologi Legal yang mengatur  alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP). “Diterbitkannya perda tersebut sebagai implementasi peralihan kewenangan tera dari Pemerintah Provinsi ke Kota dan Kabupaten. Perda ini sangat penting agar UTTP  pasti volumenya. Kalau  volume ada yang kurang  konsumen rugi,  dan kalau takaran berlebih maka pedagang yang rugi. Makanya harus ada kepastian hukum,”ujar Iyep Supriatna saat mengikuti rapat Pansus  LKPJ Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Akhir Tahun Anggaran 2017 dan LKPJ AMJ Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi Periode Tahun 2013-2018, Rabu (25/4’18).

Ditetapkannya perda tersebut seperti dikemukakannya, yakni  untuk melindungi konsumen dan menekan kurangnya volume UTTP. Untuk itu,  pemilik UTTP wajib melakukan tera dengan biaya yang sangat murah. Dengan sekali tera masyarakat konsumen hanya merogoh kocek Rp500. Dalam kegiatan tersebut, terdapat potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah), namun tidak terlalu besar hanya Rp23 juta pertahun,  yang lebih penting pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat.

Kepala DiskopdagrinKota Sukabumi, Ayep Supriyatna mengatakan, UTTP yang dimaksud dalam perda tersebut seperti timbangan, alat ukur BBM SPBU, meteran kayu atau kain, KWH listrik, meteran air PDAM, alat tensi darah dan pengukur tinggi tubuh manusia. “Di lapangan tercatat Alat timbang sebanyak 9.200 unit di Kota Sukabumi. Termasuk alat meteran air dan KWH. Khusus untuk KWH koordinasi dengan PLN,” terangnya.

Dibawah kendali Diskopdagrin Kota Sukabumi, kini telah dipersiapkan Unit yang membidangi tera dan tera ulang, beserta perangkat dan personil. Dalam pelaksanaannya, papar Ayep, petugas tera akan turun ke lapangan untuk melakukan tera UTTP seperti alat ukur SPBU dan alat timbang ukuran besar di toko dan pasar. Pengawasan ketat dilakukan agar semua alat UTTP sesuai dengan volumennya..

Pemda Kota Sukabumi sekarang memiliki dua orang Penera dan seorang Pengawas.”Sekali lagi yang terpenting pelayanan kepada masyarakat, agar tidak ada pengurangan timbangan. Itu sudah cukup untuk menangani kegiatan kemetrologian,” kata Kadiskoperindag. Bayangkan, tandasnya, apabila di Kota Sukabumi di setiap SPBU atau Pertamini yang dikelola masyarakat umum, mereka bermain dengan mengurangi 0,1 liter, berapa milyar Negara dirugikan. (admin)