Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Friday, 14 Dec 2018
 
 
    3.719 PETANI DKP3 KOTA SUKABUMI MENDAPAT KARTU TANI TAHAP PERTAMA PDF Print E-mail
    Written by Administrator   
    Friday, 05 January 2018 08:55

    3.719 PETANI DKP3 KOTA SUKABUMI MENDAPAT KARTU TANI TAHAP PERTAMA

    Juanda, (Humas Setwan).- DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, sudah menyerahkan Kartu Tani tahap pertama kepada 3.719 petani yang tergabung dalam 149 Kelompok Tani, dari 4.340 petani yang tergabung dalam 155 Kelompok Tani di Kota Sukabumi. Sedangkan sisanya sebanyak 621 petani yang tergabung dalam 6 Kelompok Tani, menurut Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Ir. Hj. Kardina Karsoedi, M.T. didampingi Sekretaris DKP3 Kota Sukabumi. drh. Ate Rahmat, M.Si., akan diserahkan pada tahap kedua.

    Kardina menjelaskan, pada tahap pertama penyerahan Kartu Tani ini, yang paling banyak di wilayah Kecamatan Lembursitu, yakni mencapai 1.024 petani, disusul wilayah Kecamatan Cibeureum 714 petani, Kecamatan Baros 618 petani, Kecamatan Warudoyong 539 petani, Kecamatan Gunungpuyuh 364 petani, Kecamatan Citamiang 262 petani, dan yang paling sedikit di wilayah Kecamatan Cikole 198 petani.

    “Apabila masih ada petani di Kota Sukabumi yang belum terdata, agar segera melapor ke DKP3 Kota Sukabumi, untuk diurus supaya mendapat Kartu Tani pada tahap kedua, berbarengan dengan 621 petani yang tergabung dalam 6 Kelompok Tani. Adapun persyaratan untuk mendapatkan Kartu Tani ini, yakni harus benar-benar petani warga Kota Sukabumi, serta harus memiliki atau menggarap lahan paling luas 2 hektar. Sedangkan untuk jenis pertaniannya, bisa padi atau sayuran,” terangnya.

    Maksud dan tujuan diserahkannya Kartu Tani oleh pemerintah ini, menurutnya, untuk memudahkan para petani dalam menerima bantuan. Diantaranya untuk mendapat AUTP (Asuransi Usaha Tanaman Padi) dan subsidi berupa pemotongan harga pupuk sebesar Rp. 400,00 untuk setiap per kilogramnya. Sebagai salah satu contohnya, harga eceran pupuk di pasaran di Kota Sukabumi sebesar Rp. 1.200,00 per kilogram, namun khusus untuk para petani yang memiliki Kartu Tani, karena sudah disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp. 400,00, jadi hanya membayar Rp. 800,00 untuk setiap per kilogramnya, dan subsidinya ada di Kartu Tani.

    “Diserahkannya Kartu Tani ini, untuk memudahkan pemerintah mengecek pemberian subsidi, yang bisa dimanfaatkan oleh para petani secara cepat, serta Kartu Tani ini akan diuji coba pada awal tahun 2018 ini, di seluruh Pulau Jawa,” jelasnya. Pemerintah Daerah, katanya, diminta oleh Pemerintah Pusat, untuk menentukan Harga Eceran Terendah di masing-masing daerahnya, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan.

    Kepala DKP3 Kota Sukabumi dan Sekretaris DKP3 Kota Sukabumi mengharapkan, dengan adanya AUTP dan subsidi berupa pemotongan harga pupuk ini, dapat meningkatan minat petani serta dapat meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Sebab para petani tidak akan kesulitan dalam mendapatkan pupuk dengan harga lebih murah. Dengan demikian, pendapatan dan kesejahteraan para petani dapat meningkat.

    Fatimah, SE., Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, menyatakan kegemberiaannya, karena menurutnya dengan begitu para Petani merasa diperhatikan eksistensinya oleh Pemerintah Daerah, selain sebagai pembinaan institusional secara resmi.”Lahan pertanian di Kota Sukabumi masih luas, dan itu harus dipertahankan, siapa lagi kalau bukan orang Kota Sukabumi yang menginginkan lahan hijau pertanian yang bisa mempertahankannya,” ungkap Sarjana  Alumny SMA 1 Kota Sukabumi ini. (B/Bay/Mz/Jang/Oge/Dea)