Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Thursday, 19 Apr 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
KAWASAN KUMUH DI KOTA SUKABUMI HINGGA AKHIR TAHUN 2017 TELAH TERSELESAIKAN KURANG LEBIH 35 HEKTAR PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 04 January 2018 11:04

KAWASAN KUMUH DI KOTA SUKABUMI HINGGA AKHIR TAHUN 2017 TELAH TERSELESAIKAN KURANG LEBIH 35 HEKTAR

Juanda, (Humas Setwan).- Kawasan kumuh di Kota Sukabumi, hingga akhir tahun 2017 telah terselesaikan kurang lebih 35 hektar, dari total kawasan kumuh kurang lebih 139,02 hektar. Kepala DPU-PRP-KPP (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kota Sukabumi, Dr. Ir. H. Asep Irawan, M.Sc. menjelaskan, penuntasan kawasan kumuh tersebut ditangani melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), sebagai salah satu upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen (Direktorat Jenderal) Cipta Karya Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) RI. Program tersebut terdiri dari NSUP (National Slum Upgrading Program) dan NUSP-2 (Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase 2).

 

 

“Program NSUP tahun 2017 di Kota Sukabumi menjangkau 15 kelurahan, yakni Kelurahan Karangtengah, Gunungpuyuh, Karamat, Cikole, Kebonjati dan Kelurahan Selabatu, serta Kelurahan Citamiang, Nanggeleng, Sudajayahilir, Cibeureumhilir, Jayaraksa, Jayamekar, Baros, Nyomplong dan Kelurahan Benteng. Sedangkan program NUSP-2 menjangkau 12 kelurahan, yang terdiri dari Kelurahan Sukakarya, Gedongpanjang, Cipanengah, Tipar dan Kelurahan Cikondang, serta Kelurahan Situmekar, Warudoyong, Sriwidari, Cisarua, Sindangpalay, Limusnunggal dan Kelurahan Subangjaya. Dengan demikian, total kelurahan yang dibangun pada tahun 2017 di Kota Sukabumi  melalui program Kotaku ini mencapai 27 kelurahan, yang sasaran pembangunannya yakni pembangunan jalan lingkungan, septic tank komunal, drainase dan sarana air bersih,” ungkapnya.

Asep memberikan contoh, di RT 2 RW 5 Kelurahan Warudoyong yang masuk dalam program NUSP-2 tahun 2017, dibangun jalan lingkungan, dinding sungai dan septic tank komunal. Adapun proses pengerjaan pembangunannya diawali pada pertengahan bulan September 2017/ dan selesai pada akhir bulan November 2017. Sedangkan pengerjaan pembangunannya, dilaksanakan oleh seluruh unsur warga masyarakat, dari mulai BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Jukung Sawala, hingga para santri dan pemuda. Sementara pada tahun sebelumnya, di Kelurahan Warudoyong sudah dibangun jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 2.000 meter, yang terdiri dari Gang Warudoyong 1, Gang Masjid, Gang Murni, Gang Cipoho dan Gang Dwikora. Selain itu juga sudah dibangun  3 septic tank komunal, serta 2 sarana air bersih dan 1 MCK.

Maksud dan tujuan dilaksanakannya program Kotaku di Kota Sukabumi ini, menurut Asep, diantaranya untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan, serta untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. (B/Bay/Mz/Jang/Oge/Dea)