Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Friday, 20 Apr 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
WALIKOTA SUKABUMI MENYAMPAIKAN PERMOHONAN KEPADA PRESIDEN RI AGAR SUSUKECIR MASUK KE KOTA SUKABUMI PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 19 December 2017 14:59

WALIKOTA SUKABUMI MENYAMPAIKAN PERMOHONAN KEPADA PRESIDEN RI AGAR SUSUKECIR MASUK KE KOTA SUKABUMI

Juanda, (Humas Setwan).-Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., menyampaikan permohonan secara lisan kepada Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, agar wilayah Susukecir Kabupaten Sukabumi, yang terdiri dari wilayah Kecamatan Sukalarang, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Kebonpedes dan Kecamatan Cireunghas, masuk ke wilayah perluasan Kota Sukabumi. Hal tersebut sesuai dengan keinginan warga masyarakat Susukecir dan kebutuhan Pemerintah Kota Sukabumi.


 

Permohonan tersebut, disampaikan Walikota Sukabumi, pada saat pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek pembangunan double track atau jalur ganda Kereta Api Bogor-Sukabumi, tepatnya tanggal 15 Desember 2017, di Kampung Bangkongreang, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, disaksikan oleh Bupati Sukabumi, Drs. H. Marwan Hamami, M.M.

Walikota Sukabumi juga menjelaskan kepada Presiden, bahwa luas wilayah Kabupaten Sukabumi terluas se Jawa dan Bali, yakni mencapai 4.120 kilometer, dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa. Sedangkan luas wilayah Kota Sukabumi hanya 48,15 kilometer, dengan jumlah penduduk 380 ribu jiwa. Menurutnya, Presiden menanggapinya dengan serius, terkait penggabungan wilayah Susukecir ke Kota Sukabumi. Menurut Bapak Presiden, kalau itu bagus secepatnya dilaksanakan.

Menyinggung tanggapan Bupati Sukabumi, Drs. H. Marwan Hamami, M.M., saat masalah tersebut disampaikan kepada Presiden, menurut Walikota Sukabumi, Bupati Sukabumi hanya senyum-senyum saja. Walikota Sukabumi mengungkapkan, perjuangan Pemerintah Kota Sukabumi agar wilayah Susukecir dapat bergabung dengan Kota Sukabumi ini, sudah dilakukan berulang kali.

Pada tanggal 9 Juni 2014 yang lalu, ungkap Walikota, Pemerintah Kota Sukabumi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, agar segera merespon surat permohonan penggabungan wilayah Susukecir ke Kota Sukabumi, sesuai dengan surat nomor 138/640/BAPP/2014, perihal Permohonan Penambahan Ruangan Wilayah Kota Sukabumi.

Sebelumnya, terang Walikota pula, Pemerintah Kota Sukabumi hanya bersikap pasif atas kehendak warga masyarakat Susukecir yang ingin bergabung ke Kota Sukabumi, karena Pemerintah Kota Sukabumi harus menjunjung tinggi etika pemerintahan. Sebab proses tersebut harus ditempuh melalui mekanisme peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Namun dengan adanya aspirasi dan desakan warga masyarakat Susukecir yang ingin bergabung ke Kota Sukabumi, serta diterimanya surat dari Menteri Dalam Negeri RI Nomor 138.4/275/PUM tanggal 7 Maret 2007 dan surat dari Gubernur Jawa Barat Nomor 138/1597/Desen tanggal 4 Mei 2007 yang isinya memerintahkan Bupati Sukabumi dan Walikota Sukabumi agar melakukan kajian dan koordinasi, akhirnya Pemerintah Kota Sukabumi melayangkan surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, supaya wilayah Susukecir masuk ke Kota Sukabumi. Isi surat tersebut bukan hanya menginginkan perluasan wilayah Kota Sukabumi saja, tapi juga kehendak warga masyarakat Susukecir, yang ingin bergabung dengan Kota Sukabumi,” jelas Walikota.

Usep Ubaedillah, Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi mengemukakan, bahwa Pemerintah Daerah mempunyai kewenangan untuk menyampaikan kepada Presiden, Susukecir sebaiknya masuk ke Wilayah Kota Sukabumi. Namun kata Usep, dengan satu pemahaman bahwa keinginan itu betul-betul sesuai dengan keinginan dan harapan warga Sususkecir.

“Untuk pemetaan wilayah dan administrasi pemerintahan, itu serahkan kepada Pemerintah Pusat,” terangnya. (B/Bay/Mz/Oge)