Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Thursday, 21 Jun 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
GMNI “TERIAKI” PENGGUSURAN TANAH WARGA DI KULONPROGO PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 12 December 2017 11:24

GMNI “TERIAKI” PENGGUSURAN TANAH WARGA DI KULONPROGO

Juanda, (Humas Setwan).- GMNI Sukabumi, Senin (11/12’17), berunjukrasa ke DPRD Kota Sukabumi. Rombongan pendemo diterima Ketua Komisi I Muhammad Faisal Anwar dan dari Konisi III Usep Ubaedilllah, di depan Gedung Rakyat tersebut, dengan dikawal Aparat Dalmas Polresta Sukabumi.

Dalam pada itu, Orator GMNI menyatakan, peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional yang jatuh setiap tangggal 10 Desember, perlu menjadi bahan refleksi bersama bahwa persoalan-persoalan kemanusiaan masih luput dari perhatian Negara dan Publik.Seakan dibuat menutup mata dengan kondisi-kondisi yang terjadi.

Diterangkannya, Konflik masyarakat, dengan pihak PT. Angkasa Pura I yang terjadi di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Senin 4 Desember 2017, menjadi tamparan bagi kita semua seluruh rakyat Indonesia.”Bahwa pembangunan yang terintegrasi dengan pihak-pihak kapitalismetelah mendistorsi rakyat dari kehidupannya. Dalam hal ini rakyat kulonprogo dipaksa meninggalkan tanah airnya demi kepentingan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA), dan itu dipaksa atas keputusan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai Pemilik Otoritas Tertinggi di Wilayah tersebut,” ungkapnya.

GMNI, tegasnya, mengutuk keras atas perilaku dictator yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono X, yang melancarkan feodalisme dan system oligarki di tengah pembangunan kehidupan berbangsa, yang kian demokratis ini, jelas bertentangan dengan nasionalisme Indonesia yang didirikan atas rasa kemanusiaan, untuk menentang eksploitasi manusia atas manusia  dan bangsa atas bangsa.

Dalam hal ini, GMNI Cabang Sukabumi menuntut, 1. Hentikan proyek New Yogyakarta Internasional Airport  2. Tarik mundur Aparat Gabungan dari Kulonprogo 3. Hentikan refpresifitas Aparat Kepolisian di Kulonprogo 4. Mengecam perampasan ruang hidup manusia di Kulonprogo 5. Cabut kebijakan MP3EIdan tinjau ulang RPJM Nasional.

Usep Ubaedillah, didampingi Muhammad Faisal Anwar, menyatakan mendukung tanpa reserve Aksi Solidaritas terhadap peristiwa yang terjadi yang menimpa Warga Kulonprogo. (B/Bay/Mz/Oge)