Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Friday, 20 Apr 2018
 
 
  • Photo Title 1
  • Photo Title 2
  • Photo Title 3
  • Photo Title 4
  • Photo Title 5
SELURUH PNS TIDAK BOLEH MELAKUKAN AFILIASI POLITIK SECARA TERBUKA PADA SALAH SATU PARPOL TERTENTU PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 11 December 2017 11:36

SELURUH PNS TIDAK BOLEH MELAKUKAN AFILIASI POLITIK  SECARA TERBUKA  PADA SALAH SATU  PARPOL  TERTENTU

Juanda, (Humas Setwan).- Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., menegaskan, seluruh PNS (Pegawai  Negri  Sipil) tidak boleh melakukan afiliasi politik secara terbuka pada salah satu Parpol tertentu. Selain itu, juga tidak boleh diskriminatif atau memilah-milah dalam memberikan pelayanan kepada  masyarakat. Sebab seluruh PNS harus senantiasa berpihak pada  nasib dan kepentingan warga masyarakat  seluruhnya, serta peduli pada tetap berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Répubiik Indonésia).

 

 

 

“Tah kuayana éta hal téh, sakumna PNS kudu salawasna usaha satékah polah ngajaga nétralitas KORPRI (Korps Pagawé Républik Indonésia), malah mandar teu gampang kapangaruhan ku kapentingan-kapentingan politik tina kakuatan politik tinangtu,” ungkapnya dalam basa sunda. Diterangkannya,  Anggaran Dasar KORPRI yang sudah disempurnakan dan sudah ditetapkan oleh Keputusan Presidén RI Nomor 16 Tahun 2005 pada tanggal 8 Juni 2005, bisa dijadikan dasar untuk mengarahkan organisasi KORPRI sebagai  organisasi yang profésional dan nétral, terutama  dalam menyambut  pelaksanaan Pilkada berjama’ah, yakni Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yang menurut  rencana bakal dilaksanakan pada  tanggal 27 Juni 2018 yang akan datang.

 

Untuk itu, terang Walikota, tahapan awal Pilkada tersebut  sudah sementara bulan ke belakang, diantaranya dalam membentuk PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan  PPS (Panitia Pemungutan Suara). Selanjutnya  pada bulan Januari 2018 yang akan  datang, bakal dilaksanakan pendaftaran calon, serta untuk diteruskan pada penetapan calon dalam bulan Pébruari 2018 yang akan datang. Sedangkan pelaksanaan kampanye, menurut  jadwal  KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Sukabumi, rencananya bakal  dilaksanakan sejak pertengahan bulan Pébruari hingga pertengahan bulan Juni 2018 yang akan datang.

 

“Dina kontéks éta Pilkada téh, KORPRI kudu bener-bener nétral jeung ajeg lempeng kana aturan, sarta teu meunang mihak atawa doyong ka sala sahiji Pasangan Calon Gubernur katut Wakil Gubernur Jawa Barat sarta Pasangan Calon Walikota katut Wakil Walikota Kota Sukabumi. Keun waé éngké prosés politik anu milih éta Calon Kapala Daérah, sarta pasrahkeun waé sapinuhna ka rahayat pikeun milih éta Calon Kapala Daérah anu pang hadéna, ngaliwatan prosés pamilihan anu LUBER (Langsung, Umum, Bébas jeung Rahasiah) sarta Jurdil (Jujur jeung Adil),” jelas Walikota juga dalam bahasa ibunya yang fasih.

 

Hanya untuk itu, kata Walikota, sebagai bagian dari Aparatur Negara, para Anggota KORPRI harus membantu sekuat tenaga, sejalan dengan  poténsi dan kewenangan yang dipunyai  masing-masing, untuk menyukséskeun pelaksanaan Pilkada Berjama’ah Tahun 2018 yang bakal datang. Disamping itu,  para Anggota KORPRI diharapkan dapat berkecimpung  secara aktif untuk mengajak warga masyarakat, agar dapat menggunakan dan menyalurkan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pilkada. Karena berkecimpungnya secara aktif seluruh Warga Nagara yang mempunyai hak pilih politik di salah satu Negara Démokratis sangat penting, sebagai  wujud kedaulatan Negara di tangan rakyat, seperti  dijelaskan dalam  Pasal 1 Ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945.

 

“Semua pihak tentu mengharapkan, berkecimpungnya secara aktif Warga Negara dalam mendalami track récord serta visi dan misi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yang ditindaklanjuti oleh pemilihan pada tanggal 27 Juni 2018 yang bakal datang, dapat menghasilkan Kepala Daérah paling baik yang akan menjadi  pilihan rahayat, serta bisa mengemban amanah konstitusi untuk membawa Jawa Barat dan Kota Sukabumi ka yang lebih baik lagi.

Aep Saepurahman, Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Sukiabumi, salut dengan pernyataan Walikota Sukabumi dan betul-betul harus dijunjung tinggi oleh seluruh PNS khususnya di Kota Sukabumi. Menurutnya, memang sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, PNS harus netral keberpihakannya bagi semua orang dalam masyarakat. (B/Bay/Mz/Oge)