Saturday, 16 Dec 2017
 
 
HARI SANTRI NASIONAL DI KOTA SUKABUMI PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 23 October 2017 16:15

HARI SANTRI NASIONAL DI KOTA SUKABUMI

Juanda, (Humas Setwan).- Penetapan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, bukan hanya sekedar pemenuhan janji politik Presiden RI, pada saat Kampanye Pilpres (Pemilihan Presiden) RI saja, tapi penetapan Hari Santri Tanggal 22 Oktober ini merupakan salah satu bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dan ulama, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


 

Penegasan tersebut, dikemukakan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Ke 3 Tingkat Kota Sukabumi, Minggu (22 /10’17), bertempat di Lapangan Merdeka Sukabumi.

“Hari Santri juga ditujukan untuk mengenang peran tokoh-tokoh santri, seperti K.H. Hasyim Asy’ari dari NU (Nahdhatul Ulama), K.H. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad, Mas Abdul Rahman dari Mathlaul Anwar dan A. Hasan dari Persis, serta 17 perwira PETA (Pembela Tanah Air) dan yang lainnya,” terangnya.

Terpatri dalam sejarah, ungkapnya, para santri memiliki peran historis dengan mewakafkan hidupnya, untuk mempertahankan kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad yang dicetuskan ulama pendiri NU, K.H. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya, untuk mengatasi kembalinya Tentara Kolonial Belanda atas nama Nica. Seruan jihad membela tanah air dari penjajah tersebut hukumnya fardhu ‘ain atau hukumnya wajib bagi setiap individu. Oleh karenanya, para santri bersama seluruh elemen bangsa Indonesia, pada saat itu bergabung untuk melakukan resolusi jihad dengan cara masing-masing.

“Resolusi jihad juga, telah menambah semangat para santri, untuk menyerang Markas Brigade 49 Mahratta Pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby di Surabaya. Pertempuran yang berlangsung selama 3 hari tepatnya dari tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 1945 ini, berujung pada tewasnya Jenderal Mallaby bersama lebih dari 2.000 orang Pasukan Inggris, yang kemudian memicu serangan balik Angkatan Perang Inggris pada tanggal 10 November 1945, yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Pahlawan,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, peringatan Hari Santri Nasional ini, kata Walikota, seyogyanya dapat memperkuat jiwa religius keislaman, sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan para santri masa kini dan masa depan. Disamping itu, para santri juga harus senantiasa memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa.

“Yang tidak kalah penting, para santri juga harus mampu mengaplikasikan nilai-nilai karakter seorang muslim, sebagaimana yang diajarkan oleh Al Qur’an, diantaranya At-Tawasuth yakni sikap untuk bisa berlaku pertengahan atau tidak ekstrim kiri dan ekstrim kanan. Selanjutnya At-Tawazun yakni sikap seimbang dalam segala hal, serta I’tidal yakni sikap tegak lurus dalam mengamalkan ajaran agama, dan At-Tasamuh yakni sikap saling menghargai dan menjaga toleransi, supaya terciptanya tali persaudaraan dan persatuan,” pungkasnya.

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Ke 3 Tingkat Kota Sukabumi ini, diisi pertunjukan kabaret dan pencak silat dari PS Maung Bodas bersama anggota TNI dan Menwa, dilanjutkan pawai tarhib peserta upacara, yang dilepas secara resmi oleh Walikota Sukabumi, didampingi Ketua DPRD Kota Sukabumi Yunus Suhandi, Wakil Walikota Sukabumi H.A. Fahmi, unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ketua MUI Kota Sukabumi dan para Alim Ulama.

Sementara Pawai Tarhib mengambil rute, start dari Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, kemudian masuk ke Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan A. Yani, Jalan Gudang, Jalan R.E. Marthadinata, Jalan Siliwangi dan finish di Jalan R. Syamsudin, S.H., serta diterima secara resmi oleh Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., didampingi Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., Ketua MUI Kota Sukabumi, Prof. Dr. K.H. Dedi Ismatullah Machdi, S.H., M.Hum., dan para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terlait, di Panggung Kehormatan, tepatnya depan Balai Kota Sukabumi. (B/Bay/Mz/Oge).